LAKUKAN YANG TERBAIK

30 Jun 2009

Seorang teman berkeluh, ia selama ini telah bekerja maksimal, masuk disiplin, kerja apapun yang diinstruksikan selalu dilaksanakan, kadang pulang malam, hari minggu waktu untuk keluarga, dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan kerja, seolah tidak ada waktu untuk bersantai, kalaupun pulang malam anak-anak sudah terlelap.

Loyalitas telah ia lakukan, ia merasa telah melakukan semuanya, tapi penilaian dari orang lain kadang tidak sebading dengan kerja keras yang telah kita lakukan, semua serba kurang, semua serba salah, lalu saya menyarankan itulah hidup, kadang menurut kita sudah melakukan secara baik, belum tentu baik menurut orang lain, kadang menurut kita buruk mungkin bisa jadi baik dimata orang lain, kita tidak bisa semuanya menuruti kemauan mereka, kita tidak bisa menyesuaikan apa keinginan, kehendak mereka, hanya yang bisa kita lakukan, kita lakukan menurut kemampuan kita, lakukan sesuai kemampuan kita, kalaupun kita tidak mendapat penilaian dari orang lain, toh kita masih dapat berharap segala sesuatu yang kita lakukan mendapat balasan pahala dari yang maha kuasa.

Lain waktu teman saya berkeluh soal salary yang diterima tidak sesuai dengan kerja yang telah kita lakukan, setiap bulan selalu gali lubang tutup lubang, tanggal muda sudah habis sehingga harus pinajm sana pinjam sini untuk menutup kekurangan operasional keluarga, kadang ia merasa putus asa buat apa bekerja, bila apa yang dilakukan tidak menghasilkan apapun, hanya kesusahan-kesusahan, lalu saya menyarankan mungkin kita yang bekerja saja susah, apalagi orang lain yang tidak bekerja, meeka akan lebih susah, belum lagi memenuhi kebutuhan, sehari-hari, jajan anak-anak, beras tidak ada, gas habis, ingin rasanya kita menjerit dan menghabisi saja hidup ini, tapi itu percuma, mungkin ini ujian buat kita yang dapat menangguk pahala terbesar yang akan diberikan oleh Allah, bolehlah kita susah saat ini, kita masih bisa berharap mungkin kita akan sukses esok hari, karena hidup terus berputar, roda dunia terus berputar, kalau kita terus bergerak, maka jalan yang dituju itu akan sampai, kalau kita berjalan maka perjalan sukses itu mungkin semakin mendekat, bandingkan dengan mereka yang tidak punya pekerjaan, menganggur, dan hanya termanggu menanti datangnya hari esok yang lebih cerah.

Apapun, kesusahan, kesenangan itu akan datang silih berganti, kita boleh berkeluh karena kita manusia biasa, yang mempunyai hati dan rasa, tapi apapun yang terjadi, kita harus berupaya terus, lakukan terus, terus, lakukan segala sesuatu yang terbaik menurut kita, mudah-mudahan dengan terus melakukan segala sesuatu yang terbaik kita akan mendapat balasan, kalaupun tidak mendapat balasan didunia, kita masih berharap segala hal terbaik yang telah kita lakukan mendapatkan balasan diakhirat.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post