REJEKI YANG TERSUMBAT

26 Jun 2009

Saya sering merenung, apa yang membedakan saya dengan orang lain, pendidikan saya punya, pekerjaan saya punya, tapi mengapa mereka lebih sukses, kaya, sejahtera dibanding saya, padahal umur mereka sama seperti saya, lahir pada tahun yang sama, tapi untuk urusan dunia mereka sepertinya diberikan kelebihan, kesempataan, dan kenikmatan yang tak pernah saya nikmati.

Lalu saya cerna. Kaji. Apa yang menyebabkan semua itu bisa menimpa saya. Kadang kalau dipikir kembali hidup sepertinya berjalan ditempat. Stagnan. Tak bergerak. Tak berkembang. Bila hidup seperti ini sepertinya hidup membosankan, menjemukan. Tak ada gairah. Lalu saya membayangkan seandainya saya seperti mereka, mungkin saya bisa belanja barang-barang mahal di Mall, saya bisa jalan-alan keluar negeri, bolak-balik ke Mekah, sementara saat ini saya hanya sekedar penonton setia.

Dan tak lama saya mendapatkan jawabannya, kalau diibaratkan saya mengumpamakan seperti botol, isi air soda, dan tutupnya. Botol kalau diisi terus dengan perlikau kita, dosa, maksiat kita, maka dalam botol itu akan penuh seperti air soda yang membuih dalam botol, itulah dosa kita, semakin lama- semakin banyak dosa itu mengumpal dan tertutup. Rapat.
recycled-soda-bottle-crafts-1
Dengan tertutup rapatnya tutup botol yang disebabkan oleh dosa kita, maka segala rejeki menjadi tersumbat. Dan ini yang menyebabkan mengapa rejeki kita seret, susah, dan sepertinya melakukan ini itu selalu mengalami hambatan, selalu apes dan kegagalan. Mau melamar pekerjaan sangat susah. Mau mendapatkan jodoh lama. Semua serba susah.

Ini seperti tutup botol yang menutup dengan rapat, semua diakibatkan dosa-dosa kita, lalu bagaimana cara membukanya. Dari ahli hikmah saya mendapatkan jawabanya. Cara satu-satunya untuk membuka tutup botol yang sudah kadung tersumbat adalah dengan meningkatkan keimanan kita. Ibadah digiatkan kembali. Pendekatan diri kepada Allah di perketat. Semua amalan ibadah sholat, puasa di rutinkan. Maksiat diganti tobat. Bila semua itu dapat dilaksanakan. Diistiqomahkan, maka seperti buih soda dalam botol apabila terus dikocok-kocok dengan kencang. Soda itu akan meledak dengan sendirinya. Rejeki yang tersumbat akan lancar kembali. Begitulah.

Ya. Begitulah. Mungkin rejeki, jodoh, pekerjaan, yang seret selama ini disebabkan terlalu banyaknya maksiat yang telah kita lakukan, jalan satu-satunya. Bertobat. Insyaf. Dan menghentikan semua kemaksiatan. Diganti dengan perubahan pertobatan. Itu juga kalau mau rejekinya lancar.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post